Latest Movie :

4 Mitos Hantu

nah saya coba post tentang mitos hantu,tetapi saya hanya 4 mitos saja...coba deh lihat pasti seru :D


1. TUYUL

Tuyul dikenal sebagai makhluk bertubuh kecil kerdil berkepala gundul berwajah menyeramkan, ada yang mengatakan bentuk tuyul itu pendek, berbulu hitam dan sedikit berlendir serta memiliki taring yang tajam (menurut paranormal tersohor Ki Gendeng Pamungkas ukurannya sekitar 20cm dan selain botak, ia juga ingusan). Gambaran ini jelas tidak sama dengan tuyul ramah dan baik yang ditampilkan Oni Syahputra di sinetron Tuyul dan Mbak Yul yang populer di era 90-an.
Tuyul adalah memedi yang diperkerjakan oleh manusia untuk alasan tertentu (biasanya mencuri uang atau perhiasan dan barang berharga lain yang dimiliki oleh incaran majikannya yang ingin mencuri kekayaan sang korban). Konon tuyul dipercaya berasal dari janin orang yang keguguran atau bayi yang meninggal ketika dilahirkan (bisa juga merupakan janin berusia tujuh bulan lebih yang akhirnya diaborsi – dia ditangkap pemburu tuyul saat gentayangan mencari ibunya, dan kemudian dijual kepada orang yang ingin kaya tanpa usaha). Karena berasal dari bayi, karakter tuyul bersifat seperti anak-anak yaitu gemar bermain dan sangat sering berulah iseng. Karena berasal dari bayi pulalah, tuyul lebih memilih majikan wanita karena memedi ini konon masih menyusui dan si majikan harus rela menyiapkan makan berlebih bahkan harus bersedia menyusui tiap kali si tuyul ini lapar dan haus.
Berdasar dari informasi yang saya dapat di internet, cara menangkal tuyul konon adalah dengan memasang yuyu (kepiting air tawar) di sudut-sudut rumah, karena tuyul menyukai hewan yang satu ini sehingga ia memilih bermain dengan yuyu daripada mengerjakan tugas mencuri dari tuannya.

2. LEAK

Yang satu ini walaupun diketahui oleh semua penduduk Indonesia, merupakan memedi khas yang berasal dan mungkin hanya ada di Bali. Penyihir jahat (Le berarti penyihir dan Ak artinya jahat) ini biasanya berkeliaran malam hari di kuburan untuk mencari organ tubuh manusia (baik yang hidup atau mati) untuk dijadikan ramuan yang bisa mengubahnya menjadi siluman harimau, kera, babi, bola api atau bahkan berwujud sebagai Rangda (Ratu Leak yang memimpin pasukan penyihir dan sering menculik dan memakan anak kecil).
Leak konon hanya bisa dilihat di malam hari oleh dukun pemburu Leak, karena siangnya ia berwujud manusia biasa. Bentuk aslinya adalah makhluk dengan lidah yang sangat panjang dan gigi yang tajam, ada juga kepercayaan yang menampilkan bentuk Leak sebagai kepala manusia yang terbang dengan organ-organ tubuh menggantung tanpa badan di bawahnya (mirip seperti legenda Kuyang di Kalimantan dengan bentuk kepala terbang tanpa badan yang juga menyamar sebagai manusia yang selalu mengenakan jubah di siang hari). Mangsa utama Leak selain anak kecil adalah wanita-wanita hamil yang akan ia hisap darah bayi yang ia kandung untuk bertahan hidup. Karena sihirnya hanya berfungsi di Bali, Leak hanya bisa ditemukan di pulau ini.
Konon untuk bisa mengalahkan Leak, sang pemburu harus menusuk kepala Leak dari bawah ke atas saat kepala Leak itu terbang meninggalkan tubuhnya agar tubuh dan kepala Leak tidak bisa bersatu kembali. Jika tubuh dan kepalanya dipisah, lama-kelamaan Leak akan mati (Proses pengusiran memedi ini sedikit lebih sulit dari Kuyang yang cukup digebuk menggunakan sapu ijuk, panci atau wajan).
Walaupun Leak adalah perwujudan memedi, topeng-topeng Leak justru digunakan sebagai hiasan di pintu-pintu rumah dan kantor di Bali. Konon fungsinya untuk menangkal hal negatif, tapi ingat ada pantangan untuk memasang di dekat kamar mandi atau WC! Resiko anda tanggung sendiri!

3. GENDERUWO

Genderuwo, gandaruwa, gendruwo atau Genderuwa adalah memedi Jawa yang perwujudannya mirip seperti monyet raksasa. Tubuhnya sangat besar (jauh lebih besar dari manusia normal bahkan kadang ada yang sebesar pohon tinggi dan lebih besar dari rumah), berbulu tebal layaknya monyet dan berkulit hitam kemerahan. Konon ia hobi tinggal di batu berair, rumah kosong, bangunan tua, pohon yang besar dan teduh (seperti pohon beringin, melinjo atau pohon besar lain) dan sudut-sudut rumah yang sepi dan lembab.
Yang menyeramkan dari Genderuwo selain perwujudannya adalah kemampuannya untuk merubah diri menyamar menjadi manusia dan sifatnya yang iseng serta cabul. Dalam wujud apapun, Genderuwo sangat senang menggoda kaum perempuan: mulai dari menepuk, mencolek, mengelus bahkan konon sampai berhubungan badan berkat kemampuannya menggendam (hipnotis) dan berubah wujud (biasanya menjadi pasangan si wanita yang ia incar). Dalam mitos Jawa, ketika seseorang tidur dan terbangun dalam mimpi (bangun dalam keadaan sadar namun tak mampu menggerakkan tubuh) hal ini disebut tindihan, nah konon si Gendruwo inilah tukang tindihnya. Banyak kasus di Jawa berkaitan dengan kelahiran anak tanpa ayah dengan wujud menyeramkan yang dikaitkan dengan Genderuwo, salah satunya adalah kasus Tebo dari Jember yang tubuhnya sangat besar dan dipenuhi bulu yang heboh sekitar tahun 70an.
Konon Genderuwo berasal dari arwah penasaran yang meninggal dengan tidak sempurna, seperti bunuh diri, kecelakaan atau proses penguburannya tidak sempurna. Satu lagi, dulu ketika di Indonesia masih trend budaya judi nomer, banyak orang melakukan ritual pemanggilan Genderuwo dengan memanggang sate burung gagak.

4. KUNTILANAK

Penggambaran dari sosok kuntilanak (atau Puntianak/Pontianak) mungkin adalah penggambaran wujud hantu yang paling umum bahkan di legenda hantu negara lain, yaitu sosok wanita berambut panjang mengenakan baju panjang putih dengan wajah yang sangat dingin dan menyeramkan – tambahan dalam cerita rakyat Melayu, sosoknya sering berubah menjadi makhluk seram penghisap darah.
Konon menurut legenda, kuntilanak senang sekali tinggal di pohon (dari internet, saya memperoleh info memedi ini paling suka tinggal di tumbuhan waru yang tumbuh miring – dalam Bahasa Jawa disebut Waru Doyong) dan punya kebiasaan nongkrong ongkang-ongkang kaki di atas genteng rumah orang. Menurut kepercayaan memedi ini akan menggoda atau mengganggu laki-laki yang berjalan malam sendirian, wanita hamil dan anak-anak. Datangnya si kuntilanak biasanya disertai dengan semerbak wangi bunga kamboja dan kadang-kadang suara tawa yang membuat merinding.
Kata kuntilanak (atau pontianak) mungkin berasal dari kata bunting (hamil) dan anak, sesuai dengan legenda kuntilanak yang katanya berasal dari wanita hamil yang meninggal sebelum melahirkan atau saat melahirkan. Yang menarik – konon ibukota Kalimantan Barat, Pontianak dikabarkan dinamakan sesuai memedi ini karena pendiri Kasultanan Pontianak, Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie, diganggu oleh sang hantu ketika sedang mencari tempat untuk mendirikan kerajaannya. Ini terjadi saat beliau menyusuri Sungai Kapuas, melihat penampakan mengerikan ini Beliau memperintahkan anak buahnya untuk mengusirnya dengan meriam sebelum melanjutkan perjalanan. Tidak jauh dari insiden ini, kota Pontianak akhirnya didirikan.


Nah gimana ??? Seru tidak ?

Klau seru tunggu  mitos yang lainnya ya...:D


Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Free Blogger Templates | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Yuk - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger